JELAJAH

Dari Jurnalisme Warga ke Pendidikan Peradaban: PPWI Buka Jalan Doctoral Award Global di Tanah Air

SuaraRepublik
6/07/2026, 19.02 WIB Last Updated 2026-06-07T12:02:08Z

Suararepublik.id

Jakarta – Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia DPN PPWI melangkah ke ranah pendidikan peradaban. Sabtu 6/6/2026, PPWI menggelar pertemuan bilateral strategis dengan World Philosophical Forum WPF University di Jakarta. Hasilnya: kesepakatan awal kerja sama formal cetak pemikir masa depan Indonesia.


Pertemuan 2 jam sejak pukul 13.30 WIB itu dihadiri Ketua Umum DPN PPWI Wilson Lalengke, M.Sc., M.A. bersama Wakil Ketua III Bidang Hubungan Internasional Dr. Abdul Rahman Dabboussi. Dari WPF University hadir akademisi terkemuka Dr. Muhammad Jeseus Chrishna. (7/6).


Diskusi berjalan hangat tapi sarat substansi. Titik temunya jelas: Indonesia butuh pendidikan yang menyuntikkan nilai kebijaksanaan universal dan filsafat dunia ke dalam pengembangan kualitas manusia.


Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menyusun cetak biru blueprint program pendidikan transformatif. Pertemuan teknis dan penandatanganan MoU dijadwalkan dalam waktu dekat.


4 Pilar Kerja Sama PPWI dan WPF University


Hasil intensif dirangkum dalam 4 pilar utama:


1. Sosialisasi Doctoral Award Program D.S.P

Kampanye edukasi ke publik dan civitas akademika tentang Doctor of Scientific-Practical Philosophy. Program doktoral berbasis keahlian khusus + kontribusi nyata bagi kemanusiaan, dengan pengakuan global.


2. Rekrutmen Peserta Program

PPWI jadi jembatan resmi. Tugasnya menjaring, menyeleksi, dan memfasilitasi profesional, akademisi, serta tokoh masyarakat Indonesia potensial untuk masuk program unggulan WPF University.


3. Pendampingan Riset & Penilaian

Bangun ekosistem bimbingan riset ilmiah ketat plus penilaian standar akademik internasional. Targetnya: riset yang keluar bukan sekadar teori, tapi berdampak sosial terukur.


4. Pengembangan Intelektual Publik Berbasis Filsafat Dunia. 

Rangkaian pelatihan, seminar, kursus untuk melahirkan intelektual publik. Mereka dibekali cara menganalisis fenomena sosial dengan kacamata filsafat dunia yang inklusif dan progresif.


Wilson Lalengke: Pendidikan Tanpa Filsafat Lahirkan Manipulator


Wilson Lalengke mengaku bangga. Menurutnya kolaborasi dengan WPF University memperluas peran PPWI di luar jurnalisme warga.


“PPWI merasa sangat terhormat dan gembira atas kunjungan serta kesepakatan hari ini bersama Dr. Muhammad Jeseus Chrishna. Pendidikan yang kering dari nilai-nilai filosofis cenderung melahirkan manusia pintar yang manipulatif. Melalui kemitraan ini kami berharap lahir generasi intelektual baru di Indonesia yang cerdas akademis sekaligus punya kedalaman moral dan kebijaksanaan. Ini ikhtiar nyata meletakkan batu bata pertama kejayaan peradaban Indonesia dan dunia,” tegasnya.


Dr. Jeseus Chrishna: Indonesia Punya Energi Peradaban


Dr. Muhammad Jeseus Chrishna dari Irlandia menyebut PPWI mitra strategis karena jaringan luas dan komitmen pencerdasan bangsa.


“Pertemuan ini memberi energi positif luar biasa. Ada keselarasan jiwa dan pemikiran dengan PPWI soal masa depan peradaban. Indonesia punya potensi manusia luar biasa besar. Lewat integrasi pendidikan filsafat dunia, kita bisa arahkan potensi itu untuk kemajuan kemanusiaan universal. Kerja sama ini jadi jembatan kokoh penghubung pemikiran lokal Indonesia ke panggung peradaban global,” ungkapnya.


Tancap Gas ke Implementasi


Dengan kesepakatan awal ini, PPWI dan WPF University akan segera merumuskan detail implementasi. Harapannya program cepat dirasakan masyarakat luas dan memberi warna baru bagi pendidikan non-formal serta lahirnya SDM unggul berkarakter.



(Redakasi)

Komentar

Tampilkan