Suararepublik.id
Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mulai menerapkan kebijakan efisiensi penggunaan kendaraan dinas dengan mengurangi jumlah kendaraan pengiring dalam setiap kegiatan kedinasan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih sederhana dan efektif.
Tri mengatakan, mulai saat ini dirinya hanya menggunakan satu kendaraan dinas yang ditumpangi bersama para staf. Kebijakan itu sekaligus mengakhiri pola penggunaan beberapa kendaraan pengiring yang sebelumnya kerap menyertai perjalanan dinas Wali Kota.
“Saya mulai hari ini menggunakan satu kendaraan saja bersama staf. Yang sebelumnya ada tiga rangkaian kendaraan yang mengiringi, sekarang cukup satu kendaraan,” kata Tri Adhianto.
Menurutnya, efisiensi tidak hanya berbicara soal penghematan anggaran, tetapi juga menyangkut perubahan pola kerja yang lebih praktis dan tidak berlebihan. Karena itu, penggunaan iring-iringan kendaraan dinilai tidak lagi diperlukan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Efisiensi seperti inilah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kerja. Tidak perlu banyak iring-iringan kendaraan,” ujarnya.
Tri menjelaskan, selama hari kerja dari Senin hingga Jumat, dirinya akan menggunakan kendaraan dinas jenis Hiace bersama jajaran staf untuk menjalankan agenda pemerintahan. Sementara pada akhir pekan, ia memilih menggunakan kendaraan pribadi saat menghadiri berbagai kegiatan masyarakat.
“Pada akhir pekan saya tetap menggunakan kendaraan sendiri karena biasanya langsung bertemu masyarakat, menghadiri undangan warga maupun kegiatan lainnya. Ini juga untuk mengantisipasi akses jalan menuju lingkungan permukiman warga yang tidak selalu memungkinkan menggunakan kendaraan besar,” jelasnya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan semata-mata bertujuan menghemat biaya operasional, melainkan untuk mengurangi jumlah kendaraan yang melintas secara beriringan di jalan raya.
“Bukan persoalan biaya BBM-nya, tetapi bagaimana kita mengurangi kendaraan yang beriringan terlalu banyak di jalan. Dengan satu kendaraan bersama, pekerjaan tetap berjalan efektif dan lebih sederhana,” tegasnya.
Selain diterapkan di lingkungan Wali Kota, Tri juga mendorong para camat di Kota Bekasi untuk melakukan hal serupa saat menghadiri rapat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Menurutnya, penggunaan satu kendaraan bersama dapat menjadi contoh budaya kerja yang lebih efisien.
“Kalau ada rapat di kantor Pemkot, saya sarankan Camat menggunakan satu kendaraan bersama para lurahnya. Jadi berangkat dan pulang bersama dalam satu mobil,” katanya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bekasi juga menjalankan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat sebagai bagian dari strategi efisiensi penggunaan sumber daya. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan konsumsi listrik di perkantoran sekaligus mengurangi mobilitas kendaraan dinas.
“Dengan penerapan WFH setiap Jumat, kita bisa melakukan efisiensi penggunaan listrik di kantor sekaligus mengurangi mobilitas kendaraan dinas yang tidak diperlukan,” pungkas Tri.
(Red)


