JELAJAH

Malam Kelam di Gading Serpong: Jejak Berdarah Prajurit Muda di Luar Area Tugas

SuaraRepublik
7/21/2026, 09.58 WIB Last Updated 2026-07-21T02:58:57Z

 

Suararepublik.id

​TANGERANG – Pagi di kawasan elite Pondok Hijau Golf (PHG) Gading Serpong biasanya disambut tenang oleh lalu lalang kendaraan penghuni. Namun, Minggu (19/7/2026) pagi, ketenangan di Desa Curug Sangereng itu mendadak pecah.


​Sekitar pukul 05.45 WIB, seorang pengemudi taksi Bluebird berinisial AW memelankan laju kendaraannya saat hendak memasuki Cluster Turquoise. Di tepi jalan yang mulai diterpa sinar matahari pagi, ia melihat sesosok tubuh pria tergeletak tak berkutik dengan bercak darah menempel di tangan.


​Siapa sangka, jasad tak bernyawa yang ditinggalkan di badan jalan itu adalah Prada ABS—seorang prajurit aktif TNI AD dari satuan Yon TP 804/Nabire. Pria muda yang tengah mengemban tugas BKO (Bantuan Personel) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta itu meregang nyawa di luar garis tugasnya.


​Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polres Metro Tangerang Selatan menyingkap tabir mengerikan di balik tewasnya Prada ABS. Korban tidak sekadar diserang, tetapi diduduga dikeroyok secara brutal.


​Dari pemeriksaan fisik awal, terhitung ada 10 luka tusuk mematikan yang bersarang di tubuhnya:

​5 tusukan menghantam bagian dada,​3 tusukan merobek bagian punggung,​1 tusukan di leher kanan, serta, ​1 tusukan di bahu kiri.


​Berdasarkan informasi yang beredar, insiden berdarah ini disinyalir bermula dari keributan di salah satu tempat hiburan malam (THM) atau bar tak jauh dari lokasi kejadian. Usai dianiaya hingga tak berdaya, korban diduga dibuang begitu saja di pinggir jalan raya sebelum para pelaku melarikan diri.


​Hingga Senin (20/7/2026), tempat hiburan malam yang diduga menjadi lokasi awal mula pertikaian tampak lengang dan terpantau tutup sementara. Belum ada pernyataan resmi dari pengelola bar terkait insiden melayang nyawa tersebut.


​Sementara itu, beredar kabar melalui pesan singkat bahwa enam orang terduga pelaku telah berhasil diringkus, sementara sisanya masih dalam buruan petugas. Namun, pihak kepolisian masih bersikap hati-hati dalam memberikan keterangan.


​"Kami belum monitor, belum ada data resmi. Banyak rekan media yang menanyakan, kemungkinan saat ini tim masih melakukan pendalaman di lapangan," kata Kasi Humas Polres Metro Tangerang Selatan.


​Kini, tempat kejadian perkara telah dibersihkan, namun misteri pengeroyokan yang menewaskan prajurit muda di kawasan elite Gading Serpong ini masih terus bergulir.


(Nuy) 

Komentar

Tampilkan