JELAJAH

Ajukan Pensiun Dini, Daryono Lepas Jabatan Direktur Gempabumi BMKG

SuaraRepublik
2/14/2026, 12.23 WIB Last Updated 2026-02-14T05:25:30Z



Suararepublik.id

Jakarta – Pemerhati gempa bumi dan tsunami, Daryono, resmi mengundurkan diri dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Selain melepas jabatan sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami, ia juga mengajukan pensiun dini dari institusi tersebut.


"Saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG," kata Daryono kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026). 


Ia menjelaskan, secara administratif dirinya masih tercatat sebagai pegawai BMKG hingga 1 Mei mendatang. Saat ini, Daryono tengah menjalani perawatan medis akibat gangguan pada matanya.


"Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan sedang dalam perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kemudian lanjut pensiun dini," ucapnya.


Meski tak lagi menjabat sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami, Daryono menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kebencanaan, khususnya gempa bumi dan tsunami.


"Komitmen saya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan berhenti," katanya.


Ia menyadari posisi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire membuat potensi gempa bumi cukup tinggi. Karena itu, ia merasa memiliki tanggung jawab keilmuan, edukasi, dan moral untuk terus berbagi pengetahuan.


"Sebagai seseorang yang telah lama berkecimpung dalam kajian gempa bumi dan tsunami baik dalam aspek konsep dan teori kegempaan, sumber gempa, analisis data, maupun sejarah gempa dan tsunami, saya tetap terbuka untuk berbagi pengetahuan, memberikan penjelasan ilmiah, serta menjadi narasumber apabila diperlukan," tambahnya.


Sementara itu, berdasarkan rilis pers terbaru BMKG, posisi Direktur Gempabumi dan Tsunami kini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rahmat Triyono.

Komentar

Tampilkan