JELAJAH

FORMASI Desak Polres Bekasi Kota Segera Tangkap Terduga Pelaku Pemerkosaan Anak di Mustikajaya

SuaraRepublik
5/22/2026, 00.56 WIB Last Updated 2026-05-21T17:56:40Z

Suararepublik.id

Bekasi – Organisasi Kepemudaan Forum Remaja dan Mahasiswa Bekasi (FORMASI) mendesak Polres Metro Bekasi Kota untuk segera menangkap terduga pelaku kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.


Desakan itu muncul setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik dan memicu keprihatinan masyarakat. FORMASI menilai aparat penegak hukum harus bergerak cepat karena kasus tersebut menyangkut keselamatan anak dan masa depan generasi muda.


Ketua Umum DPP FORMASI, Tri Handito, meminta kepolisian tidak lamban dalam menangani perkara tersebut dan segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku.


“Ini bukan kejahatan biasa. Kami mendesak Polres Kota Bekasi segera menangkap pelaku tanpa menunda-nunda. Jangan sampai ada kesan lamban dalam penanganan kasus ini,” tegas Tri Handito dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).


Menurut FORMASI, tindak kekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia yang harus mendapatkan perhatian penuh dari seluruh pihak, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.


Ketua KAPERWIL FORMASI, Abu, juga meminta agar korban dan keluarga mendapatkan perlindungan maksimal selama proses hukum berjalan. Ia menekankan pentingnya pendampingan psikologis bagi korban agar dapat pulih dari trauma yang dialami.


“Korban harus mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan secara menyeluruh. Kami berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta lembaga perlindungan anak ikut turun tangan membantu proses pemulihan korban,” ujarnya.


Selain mendesak percepatan penangkapan, FORMASI meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan memberikan hukuman berat kepada pelaku apabila terbukti bersalah sesuai aturan hukum yang berlaku.


FORMASI juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal jalannya proses hukum agar berlangsung secara transparan dan profesional. Organisasi kepemudaan itu turut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.


“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak diam terhadap kekerasan seksual terhadap anak. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi melindungi masa depan generasi bangsa,” tutur Abu.


Sementara itu, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Masyarakat berharap kasus tersebut segera terungkap dan korban mendapatkan keadilan.


(Redaksi)

Komentar

Tampilkan