Suararepublik.id
Kepulauan Seribu – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengajak seluruh elemen bangsa bekerja bersama menjaga laut Indonesia saat memperingati Hari Laut Sedunia atau World Ocean Day 2026 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Jumhur menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai negara maritim dengan lebih dari 17.000 pulau, garis pantai 108.000 kilometer, dan wilayah laut 6,4 juta kilometer persegi. Indonesia juga berada di kawasan Coral Triangle yang menyimpan lebih dari 75% spesies karang dunia.
“Laut Indonesia memiliki kekayaan ekosistem luar biasa, mulai dari terumbu karang, padang lamun, mangrove, hingga ribuan spesies ikan. Ini aset penting bagi kehidupan dunia,” ujar Jumhur.
Ia menegaskan, aksi nyata seperti membersihkan pantai, mengangkat sampah bawah laut, dan menanam terumbu karang adalah kunci memulihkan ekosistem laut. “Membersihkan pantai berarti mencegah sampah masuk ke laut. Menanam terumbu karang berarti memulihkan habitat ikan,” katanya.
Jumhur juga menyoroti persoalan sampah plastik yang menurutnya bisa diatasi jika dikelola dengan baik. Ia menyebut konsumsi plastik per kapita Indonesia baru 16 kilogram per tahun, jauh di bawah negara maju yang mencapai 40-70 kilogram, namun tetap bisa bersih jika kesadaran masyarakat tinggi.
“Bukan masalah yang serius banget kalau kita kelola dengan baik. Kalau semua sadar, ini tidak akan jadi masalah,” tegasnya.
Selain sampah plastik, ia mengingatkan pentingnya penanganan bekas alat tangkap ikan dan edukasi bagi nelayan. Kementerian LHK, lanjutnya, akan terus memperkuat langkah pembersihan sampah laut dan pemulihan ekosistem.
Kegiatan ini dihadiri Asisten Teritorial Pangkolinlamil Laksamana Pertama TNI Budi Purwadi, perwakilan Kedutaan Besar Norwegia, pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bupati Kepulauan Seribu, UNEP, COBSEA, akademisi, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta masyarakat.
(Red)


