JELAJAH

SDN 4 Mauk Tuding Wali Murid Beri Informasi Hoaxs

SuaraRepublik
5/14/2026, 16.14 WIB Last Updated 2026-05-14T09:14:21Z

Suararepublik.id



Tangerang – Pihak SDN 4 Mauk akhirnya angkat bicara terkait keluhan sejumlah orang tua siswa mengenai biaya kegiatan renang. Sekolah secara tegas membantah adanya kewajiban membayar bagi siswa yang tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut pihak Sekolah menuduh walimurid memberikan informasi bohong.


​Menanggapi isu adanya pembayaran sebesar Rp50.000 bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan renang pada Rabu (13/05), Pak Sofa, selaku wali kelas sekaligus perwakilan sekolah, memberikan jaminan bahwa kebijakan tersebut tidak pernah ada.


​"Saya berani menjamin itu tidak ada. Bahasa wajib (bagi yang tidak ikut) itu belum keluar. Saya sebagai wali kelas belum mendengar informasi seperti itu, baik dari kepala sekolah maupun rekan guru lainnya," ujar Sofa saat dikonfirmasi Via telepon, Kamis (14/5).


​Pernyataan ini sekaligus menjawab keresahan wali murid yang sebelumnya merasa keberatan jika harus tetap membayar iuran untuk alokasi perlengkapan olahraga meskipun anak mereka tidak berangkat.

​Selain membantah pungutan bagi siswa yang absen, pihak sekolah juga membantah simpang siur mengenai nominal biaya bagi peserta renang. Sofa menjelaskan bahwa biaya yang disepakati adalah Rp60.000, bukan Rp70.000 atau nominal lain yang sempat menjadi perbincangan di kalangan orang tua.


Terkait adanya pemotongan biaya dari tabungan siswa, pihak sekolah menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat bersama wali murid sebelumnya. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan dan diklaim memiliki biaya yang paling terjangkau.


​"Fungsi tabungan itu memang untuk menunjang kegiatan tahunan seperti ini. Bahkan di sekolah kami ini termasuk yang paling murah. Kami tidak pernah mengharuskan siswa yang tidak ikut untuk dipotong sekian rupiah," tambahnya.


​Pihak SDN 4 Mauk berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan suasana dan meredam kekhawatiran para orang tua terkait kondisi finansial keluarga. Sekolah berkomitmen bahwa setiap kebijakan yang diambil akan selalu mengedepankan ruang diskusi dan hasil musyawarah bersama.


​"Kami tidak pernah mengharuskan siswa yang tidak ikut untuk dipotong sekian rupiah," tutup Sofa menekankan kembali posisi sekolah dalam masalah ini.


(Nuy)

Komentar

Tampilkan