JELAJAH

Sekdes Sampora klaim Segel TPS Puing Ilegal di Bantaran Kali Cisadane

SuaraRepublik
5/05/2026, 06.37 WIB Last Updated 2026-05-04T23:37:22Z


Suararepublik.id 



TANGERANG –Pihak Desa Sampora mengkalim telah menyegel Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Ilegal di bantaran Sungai Di isadane Desa Sampora Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang, Pihak Desa juga memberikan klarifikasi terkait pernyataan perwakilan PT Multimas Biz Center mengenai proses perizinan pembangunan kantor di wilayah tersebut.Dimas,Sekertaris Desa (Sekdes) menegaskan bahwa koordinasi yang dilakukan pihak perusahaan sejauh ini baru sebatas laporan tembusan mengenai persetujuan warga setempat.


​"Mungkin yang dimaksud dari perwakilan PT Multimas itu izin terkait persetujuan warga akan dibangun kantor di situ. Untuk perizinan perihal izin bangunan dan segala macam, itu memang di luar kewenangan kami," ujar Dimas saat memberikan keterangan di Kantornya,Senin (04/05/2026)


​Dimas menambahkan bahwa kehadiran pihak PT.Multimas Biz Center ke kantor desa lebih bersifat pemberitahuan atau tembusan mengenai rencana pembangunan kantor di lokasi tersebut.

​Selain masalah perizinan, Pemerintah Desa Sampora juga menyoroti keberadaan tumpukan puing di lokasi yang diduga berpotensi merusak lingkungan dan menyebabkan longsor.


Menanggapi hal tersebut,Dimas mengaku telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Trantib Kecamatan.


​"Sejak tahun 2024, aktivitas di lokasi tersebut sebenarnya telah diinstruksikan untuk berhenti total setelah peninjauan bersama Camat.Desa telah melakukan penyegelan berupa penutupan akses jalan (portal) untuk mencegah mobil pengangkut puing masuk atau keluar dari lokasi."jelas Dimas


Pihak desa mengakui adanya kendala dalam mengedukasi pemilik lahan. Pemilik merasa memiliki hak penuh untuk meratakan lahan pribadinya, sehingga instruksi terkait kelestarian lingkungan sulit diterima.


​"Kesadarannya belum ada. Jadi untuk saat ini pembuangan puing masih kami tutup total. Kami portal agar tidak boleh ada mobil yang buang puing lagi ke sana," tegasnya.


​Terkait asal muasal puing, pihak desa tidak dapat memastikan sumber material tersebut. Namun, diduga kuat material berasal dari proyek-proyek pembongkaran rumah di sekitar wilayah tersebut yang dipesan langsung oleh pemilik lahan melalui supplier.


(Nuy)


Komentar

Tampilkan